Uther Pendragon

https://pixabay.com/photos/coat-collar-fur-crown-hair-young-1245857/
sumber : https://pixabay.com


Uther Pendragon adalah raja Britania sebelum Arthur Pendragon. Dia adalah ayah dari Arthur dan seorang raja yang bijaksana. Dia melakukan kontroversi dengan membunuh Gorlois dari Tintagel yang menjadi sekaligus Duke dari Cornwall. Dia merebut istrinya yang bernama Igraine dan memiliki anak Arthur. Dia juga yang pertama kali memprakasai Ksatria Meja Bundar/Knight of Round Table berkat saran Merlin sebelum Arthur.

Sebelum Menjadi Raja

Uther Pendragon adalah anak bungsu dari Raja Constantine. Kala itu kerjaan Inggris milik ayahnya sedang dikuasai oleh Vortigern. Untuk menjaga keselamatannya ia menjalani kehidupan bersama pamannya, Raja Budic I.

Ketika telah merasa cukup kuat untuk menjatuhkan Vortigern, Uther dan kakaknya Ambrosius kembali ke Inggris. Bersama-sama mereka berhasil mengalahkan Vortigern dan Ambrousius naik tahta menggantikan Ayahnya sebagai raja.

Suatu ketika Uther memimpin sebuah pasukan yang dikirimkan kakaknya ke Irlandia bersama dengan Penyihir Merlin. Ia memperoleh Cicin Raksasa(Stonehenge)  yang digunakan  untuk pembantain Bangsa Saxon pada masa Vortigern.

Julukan Urther

Pendragon secara harfiah diartikan sebagai “kepala naga”. Kata “kepala naga” memiliki kiasan seperti “kepala pemimpin”, “kepala prajurit”, “panglima tertinggi”, “generalissimus(jendral besar)”, atau “kepala gubernur”.

Julukan tersebut diambil setelah kematian Ambrousius tepatnya ketika ada komet yang melintas  dengan bentuk menyerupai kepala naga. Ada juga yang mengatakan bahwa julukan itu adalah warisan kakaknya.

Kejayaan Uther

Setelah kematian saudaranya , Uther diangkat sebagai raja penerusnya. Ia melanjutkan perjuangan panjang raja sebelumnya untuk melawan Aglo-Saxon. Namun dalam perang permulaanya sebagai raja dia mengalami kekalahan.

Dalam pertempuran di Gunung Damen dia ditemani Pemimpin Rami Octa. Mereka yang notabenenya orang Inggris(waktu itu diremehkan) berhasil memenangkan pertempuran tersebut. Setelahnya Uther melanjutkan perjalanannya ke utara untuk membantu melawan Skotlandia.

Uther dan Igraine

Ketika Uther melakukan perayaan kekalahan Saxon dia melihat seorang perempuan cantik. Dia adalah Igraine istri Gorlois dari Cornwall. Gorlois saat itu berjasa bagi Uther tetapi mereka berdua berselisih setelah Gorlois curiga Uther mengincar istrinya.

Dalam perayaan itu Gorlois mengajak istrinya pergi tanpa sepatah kata. Uther marah dengan menggunakan alasan bahwa meninggalkan pesta yang diadakan raja itu sebuah penghinaan. Saat itu dia merencanakan untuk menyerang Gorlois.

Malam hari pasukan Uther melancarkan serangan kepada Gorlois. Mereka berhasil membunuh Gorlois. Uther dengan sihir milik Merlin menirukan rupa Gorlois dan mendekati Igraine. Mereka berdua bermalam bersama dan menumbuhkan benih raja selanjutnya, Arthur Pendragon.

Setelah itu Uther menikahi Igraine. Selain Arthur, Uther juga memiliki seorang putri tiri bersama Igraine, namanya Anna. Dalam beberapa versi parallel Anna dikaitkan dengan Morgausse dan penyihir Morgan de Fay.

Kematian Uther

Raja Uther jatuh sakit. Karena itu perangnya melawan bangsa Saxon mulai memburuk. Walau dalam keadaan sakit, Uther gegabah dan mencoba memimpin prajuritnya. Bangsa Saxon menamainya “Raja Setengah Mati” saat itu.

Para bangsa Saxon merencanakan pembunuhan Uther. Mereka meracuni sumber air yang akan di minum Uther. Uther pun meninggal setelahnya dan membuat kacau Britania. Dikatakan bahwa Uther dimakamkan di Stonehenge.


Pranala Luar:

Comments