![]() |
| sumber : https://pixabay.com |
Uther Pendragon adalah raja Britania sebelum Arthur Pendragon. Dia adalah
ayah dari Arthur dan seorang raja yang bijaksana. Dia melakukan kontroversi
dengan membunuh Gorlois dari Tintagel yang menjadi sekaligus Duke dari
Cornwall. Dia merebut istrinya yang bernama Igraine dan memiliki anak Arthur.
Dia juga yang pertama kali memprakasai Ksatria Meja Bundar/Knight of Round
Table berkat saran Merlin sebelum Arthur.
Sebelum Menjadi Raja
Uther Pendragon adalah anak bungsu dari Raja Constantine. Kala itu kerjaan
Inggris milik ayahnya sedang dikuasai oleh Vortigern. Untuk menjaga
keselamatannya ia menjalani kehidupan bersama pamannya, Raja Budic I.
Ketika telah merasa cukup kuat untuk menjatuhkan Vortigern, Uther dan
kakaknya Ambrosius kembali ke Inggris. Bersama-sama mereka berhasil mengalahkan
Vortigern dan Ambrousius naik tahta menggantikan Ayahnya sebagai raja.
Suatu ketika Uther memimpin sebuah pasukan yang dikirimkan kakaknya ke
Irlandia bersama dengan Penyihir Merlin. Ia memperoleh Cicin
Raksasa(Stonehenge) yang digunakan untuk pembantain Bangsa Saxon pada masa
Vortigern.
Julukan Urther
Pendragon secara harfiah diartikan sebagai “kepala naga”. Kata “kepala
naga” memiliki kiasan seperti “kepala pemimpin”, “kepala prajurit”, “panglima
tertinggi”, “generalissimus(jendral besar)”, atau “kepala gubernur”.
Julukan tersebut diambil setelah kematian Ambrousius tepatnya ketika ada
komet yang melintas dengan bentuk
menyerupai kepala naga. Ada juga yang mengatakan bahwa julukan itu adalah
warisan kakaknya.
Kejayaan Uther
Setelah kematian saudaranya , Uther diangkat sebagai raja penerusnya. Ia
melanjutkan perjuangan panjang raja sebelumnya untuk melawan Aglo-Saxon. Namun
dalam perang permulaanya sebagai raja dia mengalami kekalahan.
Dalam pertempuran di Gunung Damen dia ditemani Pemimpin Rami Octa. Mereka
yang notabenenya orang Inggris(waktu itu diremehkan) berhasil memenangkan
pertempuran tersebut. Setelahnya Uther melanjutkan perjalanannya ke utara untuk
membantu melawan Skotlandia.
Uther dan Igraine
Ketika Uther melakukan perayaan kekalahan Saxon dia melihat seorang
perempuan cantik. Dia adalah Igraine istri Gorlois dari Cornwall. Gorlois saat
itu berjasa bagi Uther tetapi mereka berdua berselisih setelah Gorlois curiga
Uther mengincar istrinya.
Dalam perayaan itu Gorlois mengajak istrinya pergi tanpa sepatah kata.
Uther marah dengan menggunakan alasan bahwa meninggalkan pesta yang diadakan
raja itu sebuah penghinaan. Saat itu dia merencanakan untuk menyerang Gorlois.
Malam hari pasukan Uther melancarkan serangan kepada Gorlois. Mereka
berhasil membunuh Gorlois. Uther dengan sihir milik Merlin menirukan rupa
Gorlois dan mendekati Igraine. Mereka berdua bermalam bersama dan menumbuhkan
benih raja selanjutnya, Arthur Pendragon.
Setelah itu Uther menikahi Igraine. Selain Arthur, Uther juga memiliki
seorang putri tiri bersama Igraine, namanya Anna. Dalam beberapa versi parallel
Anna dikaitkan dengan Morgausse dan penyihir Morgan de Fay.
Kematian Uther
Raja Uther jatuh sakit. Karena itu perangnya melawan bangsa Saxon mulai
memburuk. Walau dalam keadaan sakit, Uther gegabah dan mencoba memimpin
prajuritnya. Bangsa Saxon menamainya “Raja Setengah Mati” saat itu.
Para bangsa Saxon merencanakan pembunuhan Uther. Mereka meracuni sumber air
yang akan di minum Uther. Uther pun meninggal setelahnya dan membuat kacau
Britania. Dikatakan bahwa Uther dimakamkan di Stonehenge.
Pranala Luar:

Comments
Post a Comment